Rakyat Miskin: Makan Nasi Tiwul di Wonogiri
indosiar.com, Wonogiri - Mahalnya harga beras membuat sebagian warga miskin di Wonogiri, Jawa Tengah beralih makan nasi tiwul sebagai makanan pokok penganti beras. Pilihan ini ditempuh karena mereka tidak mampu menjangkau harga beras yang mahal.
Warga Desa Bedaya Praci, Wonogiri, Jawa Tengah lebih memilih memanfaatkan ketela yang merupakan hasil ladang mereka sebagai makanan pokok sehari-hari. Kondisi ini menimpa hampir seluruh warga di tiga desa yaitu Karang Kenongo, Ngrangong dan Kerangkiyo.
Ketela mereka jadikan nasi tiwul untuk makanan pokok sehari-hari kendati membuatnya cukup rumit. Sebelum dimasak ketela harus ditumbuk menjadi tepung dan nasi tiwul biasanya dimakan dengan lauk seadanya seperti tahu, tempe atau ikan asin. Salah satu warga yang beralih makan nasi tiwul adalah keluarga Wasikem.
Profesi Wasikem yang hanya buruh tani membuatnya tidak mampu membeli beras yang harganya mencapai 6000 rupiah perkilogram. Ketela atau singkong memang sangat mudah ditemukan di wilayah ini karena sebagian besar warga menanamnya.
Harga ketela juga lebih murah dibandingkan harga beras yaitu hanya 1500 rupiah perkilogram. Di kabupaten Wonogiri, nasi tiwul pernah menjadi makanan pokok warga pada era tahun 1970 an terutama bagi warga yang tinggal di Wonogiri Selatan seperti Kecamatan Praci, Giri Tontro dan Parang Gupito. Saat harga beras mahal mereka kembali beralih makan tiwul karena sebagian besar warga masih miskin.dari http://www.indosiar.com/fokus/75139/warga-miskin-makan-nasi-tiwul
Labels: masyarakat miskin, Pengemis, Potret Kemiskinan, Sedekah, Si Miskin, warga miskin

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home