Fakir Miskin
Kata-kata al FAQIR di dalam al Quran ada disebut 6 kali.
Al Baqarah 271, 273.At taubah 60, Al Hajj 28.Ar ruum 38, Al balad 16.
Intinya adlaah perintah Allah untuk memberikan sesuatu bagi orang-orang yang fakir, sebab mereka adalah orang yang membutuhkan.
Kata-kata MISKIN ada disebutkan di AL Quran 35 kali,
Al Baqarah 83,177,184, 215,236. Ali Imran 181, An Nisaa 6,8,36, 135.Al Maaidah 89,95. Al An’ aam 53, Al Anfal 41, At Taubah 28,60.Al Israa 26, Al Kahfi 79, An nuur 22,32.Ar Ruum 38,Al Mujaadilah 4, 12,13. Al Hasyr 7, Al Qolam 25, Al Haaqah 34, Al Ma’aarij 25, Al Muddatstsir 44, Al Insaan 8, Al fajr 18, Al Balaad 16, Al Maa’uun 3
Orang miskin adalah orang yang membutuhkan pertolongan.
Sesungguhnya telah menjadi sifat anak adam itu rakus, loba, dan kurang qanaah
Rasulullah SAW bersabda :
Lau kanaa li'bni Aadama waadiyaani min dzahabin la'btaghaa lahumaa tsaa-litsan, wa laa yamla-u jaufa'bni Aadama 'illa 'tturaabu wa yatuubu'llahu alaa man taaba
Artinya
“jikalau anak Adam (manusia) itu mempunyai 2 lembah emas, niscaya dia akan mencari yang ketiga untuk tambahan 2 lembah tadi. Dan rongga anak Adam itu akan penuh selain oleh tanah. Dan Allah menerima tobat siapa yang bertobat.
[Dirawikan Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas dan Anas]
Nabi SAW bersabda :
Manhuu-maani la yasyba'aani : Manhuumul-'ilmi wa manhuu-mul-maali.
Artinya :
Dua orang yang loba tiada akan kenyang-kenyang yaitu yang loba kepada ilmu dan loba kepada harta.
[Dirawikan oleh Athbrani dari Ibnu Mas'ud. dengan sanad dla'if]
Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa Nabi saw. bersabda:
Hati orang tua menjadi muda karena mencintai dua hal; suka dengan kehidupan dan harta Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim : 1734
Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersada: Anak cucu Adam menjadi semakin tua, kecuali pada dua hal yang membuatnya menjadi muda, yaitu loba terhadap harta dan loba terhadap umur Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim : 1736
Nabi Saw Bersabda :
Yahramub-nu Aadama wa yasyubbu, ma'ahuts-naataani : al-amalu wa hubbul-maal
Artinya :
Anak Adam itu akan tua dan akan muda, yang bersamanya itu dua yaitu angan-angan dan cinta harta.
[dirawikan Al-Bukhari dan Muslim dari Annas].
Yahya bin Mu’adz pernah mengatakan, “Besok di hari kiamat tidak ada lgi timbangan karena kefaqiran dan kekayaan, tetapi yang ada adalah timbangan karena sabar dan syukur.”
Seorang ahli hikmah membagi manusia dalam empat kategori:
1. Orang kaya yang kaya adalah mereka yang diberi karunia Allah berupa kelebihan materi, bisa menggunakan hal itu untuk ketaatan dan mensyukurinya.
2. Orang kaya yang miskin adalah orang yang diberi kelebihan materi namun tidak pernah merasa cukup dan selalu merasa kurang. Itulah yang menyebabkannya miskin.
3. Orang miskin yang kaya adalah orang yang secara materi tidak berlebih, namun ia merasa cukup dan bisa memanfaatkan apapun yang ia punya untuk kebaikan.
4. Orang miskin yang miskin adalah orang yang tidak mapan secara materil, tidak merasa puas dan juga tidak bersyukur. Ada dimana posisi kita?
Allah Ta'ala dan RasulNya memuji Qona'ah, Nabi SAW bersabda :
Thuubaa li-man hudiya lil-islaami, wa kaana 'aisyuhu kafaafan wa qana'a bih
Artinya :
Amat baik bagi siapa yang memperoleh petunjuk kepada Agama Islam. Hidupnya adalah sekadar perlu dan merasa cukup (qana'ah) dengan demikian.
[Dirawikan At- Tirmidzi dan An-Nasa-i dari Fadlalah bin 'Ubaid.]
Nabi SAW bersabda :
Laisal -ghinaa' ankatsratil-'aradli, innamal-ghinaa, ghinan-nafsi
Artinya :
Tidaklah orang itu kaya, lantaran banyak benda. Sesungguhnya orang kaya itu ialah orang yang kaya jiwa.
[Dirawikan Al-Bukhari dan Muslim dari Abi Hurairah]
copyright by www.huttaqi.com
Labels: masyarakat miskin, Pengemis, Potret Kemiskinan, rakyat miskin, Sedekah, Si Miskin, warga miskin

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home